Indonesia Sehat Melalui Pencegahan Stunting dan Perlindungan Imunisasi

Pencegahan Stunting dan Perlindungan Imunisasi - Kita semua sudah mengetahui bahwa pemerintah sedang mengupayakan pencegahan terhadap penyakit berbahaya dengan memberikan imunisasi kepada semua anak di indonesia.

Mari Bersama Indonesia Sehat dengan Perlindungan Imunisasi, Ayo kita sampaikan kepada sanak saudara-saudari kita untuk melakukan imunisasi kepada anak-anak. Karena untuk pencegahan agar terhindar dari campak dan rubella.

Indonesia Sehat Melalui Pencegahan Stunting dan Perlindungan Imunisasi
Sumber Gambar: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id


Apa itu Imunisasi ?

Imunisasi adalah program pencegahan penyakit menular yang diterapkan dengan pemberian vaksin kepada masyarakat untuk memberikan kekebalan sistem imun. Dengan melakukan Vaksin MR yang di berikan kepada anak-anak akan mencegah terjadi penyakit yang disebabkan virus campak dan rubella.

Vaksinasi wajib untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun. Vaksin ini tidak memiliki efek samping seperti autisme dan kelumpuhan, setelah melakukan imunisasi akan berdampak normal dan Gejala akan hilang dalam beberapa hari.

Upaya Perlindungan Imunisasi oleh pemerintah

Kementrian kesehatan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Mereka berupaya mendukung program imunisasi yang sedang berjalan saat ini. Selain itu mereka bekerja sama untuk mempercepat sertifikasi halal vaksin MR hingga terbitnya Fatwa MUI nomor 33 Tahun 2018 tentang penggunaan vaksin MR produk dari Serum Institute India (SII)

Vaksin MR produksi SII memanfaatkan (bukan mengandung) unsur haram, maka tidak dapat sertifikasi halal. Namun ada beberapa fakta bahwa berdasarkan informasi dari ahli yang kompeten dan kredibel ada urgensi(keadaan) untuk melaksanakan program imunisasi karena jika tidak, akan menyebabkan bahaya (hilangnya nyawa dan kecacatan permanen) yang meresahkan masyarakat indonesia.

Aku mau Imunisasi
Sumber Gambar: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id


Imunisasi diperbolehkan berdasarkan pada tiga alasan yaitu:
- Memenuhi ketentuan dlarurat syar’iiyah
- Belum adanya alternatif vaksin yang halal dan suci
- Adanya keterangan ahli kompeten tentang bahaya yang di timbulkan
Keterangan diatas tidak berlaku, jika kemudian hari sudah di temukan vaksin MR yang halal dan suci.

Kementerian kesehatan mengusahakan sebuah pertemuan yang dihadiri perwakilan dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Direksi PT. Biofarma, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), UNICEF, WHO, serta para Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. Pada pertemuan tersebut akan bersinergi untuk mendukung, menyosialisasikan, dan mengimplementasikan Fatwa yang telah di keluarkan oleh MUI. Untuk bersama-sama menyukseskan program Imunisasi MR.

Awal Mula Imunisasi MR

Pada Era tahun 60-an, dunia telah menemukan vaksin yang sangat efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella. Tiga Dekade berselang, pada tahun 1996 tercatat sejumlah 83 negara menggunakan vaksin Campak dan Rubella dalam program imunisasi secara rutin di negaranya, dan meningkat penggunaan nya menjadi 130 negara pada tahun 2009. Hingga saat ini, sudah lebih dari 140 negara telah menggunakan vaksin Campak dan Rubella.

Statistik Penggunaan Vaksin
Sumber Gambar: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id


Karena sudah meluasnya permasalahan penyakit Campak dan Rubella. Maka Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian dari upaya bersama seluruh negara di dunia dalam mengeliminasi penyakit Campak dan Pengendalian penyakit Rubella pada tahun 2020.

Negara-negara yang sudah mencapai eliminasi artinya sudah tidak ditemukan lagi daerah yang melaporkan kasus campak dan rubella dalam kurun waktu sekurang-kurangnya 12 bulan/1 tahun dan tidak terjadi penularan penyakit campak dan rubella.

Contoh anak yang tertular Campak
Sumber Gambar: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id


Beberapa saat itu, sejak tahun 1982.  Indonesia sudah melakukan pelaksanaan pemberian imunisasi Campak secara rutin untuk anak usia 9 bulan. Dalam kurun waktu 3 dekade program imunisasi rutin campak ini berjalan lancar. Namun cakupan yang dicapai secara nasional cukup tinggi tetapi tidak merata diseluruh wilayah sehingga masih ada daerah menjadi kantong yang berpotensi terjadi penularan yang masif atau kejadian luar biasa (KLB). Untuk Vaksin Rubella, baru saja mulai digunakan tahun 2017 di 6 provinsi indonesia.

Fase Anak-anak, Fase Istimewa

Menurut Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, Kirana Pritasari menekankan bahwa fase kehidupan anak-anak sangat penting dan istimewa dari seluruh siklus kehidupan karena di fase itulah terdapat proses tumbuh kembang.

"Anak-anak  sebagai penerus bangsa harus sehat, bebas penyakit, asupan gizi  yang baik, tumbuh dan besar dalam lingkungan dan keluarga yang sehat dan mendapat asuhan keluarga yang  berkualitas",kata Kirana.

Anak-anak, sebagai individu harus mendapatkan jaminan layanan kesehatan untuk menjamin tumbuh kembang yang baik.

Gadis Kecil aja Ikut Imunisasi
Sumber Gambar: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id


"Salah satu cara efektif dalam menjaga kondisi kesehatan mereka adalah pencegahan terhadap penyakit yang berbahaya, termasuk dengan memberikan kekebalan buatan dengan imunisasi", ujarnya.

Berdasarkan Undang-undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 mengamanatkan bahwa imunisasi merupakan hak setiap anak dan pemerintah  wajib  untuk  memberikan  imunisasi  lengkap  kepada setiap  bayi  dan anak. Untuk  itu upaya kita bersama untuk  terus melengkapi status imunisasi anak sehingga perlindungan terhadap penyakit melalui imunisasi  ini  tidak  hanya untuk perseorangan tetapi  juga  memberikan  perlindungan  dalam  kelompok  dan masyarakat.

“Perlu diingat bahwa imunisasi akan memutus rantai penularan penyakit dalam masyarakat ketika proporsi  penduduk yang terimunisasi  cukup  tinggi  atau diatas 95%”, ujarnya.

Program imunisasi di indonesia, telah memberikan perlindungan terhadap beberapa penyakit berbahaya, Seperti Tuberkulosis berat, Campak, Difteri, Batuk Rejan, Tetanus,  Polio,Hepatitis B, Meningitis dan Pneumonia yang disebabkan oleh Haemofilus influenza tipe B, serta Rubella.

"Rubella adalah penyakit yang masih endemis pada saat  ini, dan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecatatan pada kelahiran anak secara permanen", begitulah penyataan dr.Kirana.

Mari Bersama Cegah Campak dan Rubella

Mengeliminasi penyakit Campak dan mengendalikan penyakit Rubella yang bisa menyebabkan _Congenital Rubella Syndrome (CRS)_ telah menjadi komitmen pemerintah Indonesia melalui upaya pencegahan berupa imunisasi MR. Pemberian imunisasi MR bermanfaat untuk memberikan kekebalan bagi masyarakat terhadap ancaman penularan penyakit Campak dan Rubella yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian.

Proses Imunisasi
Sumber Gambar: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id
Imunisasi MR akan diperkenalkan pada program imunisasi rutin nasional yang di awali dengan Kampanye Imunisasi MR dengan sasaran:
  • Balita
  • Anak-anak
  • Remaja awal usia ( 9 bulan - 15 tahun )

Imunisasi MR di bagi menjadi dua fase. Fase 1 telah dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2017 di 6 Provinsi di Pulau Jawa. Sedangkan fase 2 sedang berlangsung pelaksanaannya di 28 Provinsi di Luar Pulau Jawa.

"Merupakan kewajiban pemerintah bersama masyarakat untuk melindungi anak-anak dan masyarakat Indonesia dari bahaya penyakit campak dan rubella. Kita perlu mempertimbangkan dampak penyakit campak dan rubella pada generasi penerus bangsa apabila tidak diiakukan vaksinasi MR", tandas Menkes.


Menkes juga berpesan agar sosialisasi, pendekatan secara persuasif, serta pemberian pemahaman kepada masyarakat sangat penting untuk dilakukan guna meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi MR.

Imunisasi Jadi Faktor Penentu Kesehatan Anak

Sebelumnya pada Hari Anak Nasional bertepat tanggal 23 juli merupakan momen tersendiri bagi setiap orang tua, di mana setiap perayaannya mereka berharap sang anak dapat tumbuh sehat disaat dalam kandungan hingga tua. Salah satu faktor penting dalam menentukan anak sehat adalah dengan imunisasi.

Kampanye Imunisasi pada Hari Anak Nasional
Sumber Gambar: www.sehatnegeriku.kemkes.go.id


Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Soedjatmiko mengatakan imunisasi memang ada kaitannya dengan Hari Anak Nasional, karena berkaitan langsung dengan kesehatan anak.

"Seluruh negara melakukan imunisasi rutin dari bayi sampai orang tua. Kesimpulannya vaksin itu bermanfaat, dipakai di seluruh dunia, aman. Jawaban ini saja sudah menjawab hoax-hoax tentang imunisasi, dan yang heboh itu cuma di Indnesia," katanya pada Temu Media terkait Hari Anak Nasional di Ruang Pers Naranta, Kemenkes, Selasa (24/7).

Ia juga menambahkan kalau ingin tahu aman tidaknya vaksin, silakan tanya ke bidan yang sering memberikan vaksin dan justru tidak terjadi masalah besar.

"Seluruh dunia melakukan imunisasi, berarti terbukti bermanfaat dan aman," tegas Soedjatmiko.

Kemudian terkait imunisasi Measles Rubella (MR) yang akan dilaksanakan pada Agustus hingga September tahun ini, Soedjatmiko menjelaskan measles jelas menyebabkan banyak kematian begitupun dengan rubella dan akan menjadi sangat bahaya ketika menular ke ibu hamil.

"Rubella bahaya kalau menular ke ibu hamil dan bayi yang dilahirkan akan menderita kecacatan fisik seperti buta, penyakit jantung bawaan, dan kerusakan otak. Karena itu jadi bahaya," kata Soedjatmiko.

Untuk mencegah kecacatan tersebut, imunisasi MR menjadi penting dilakukan terlebih untuk menjaga kualitas kesehatan anak.

Selain itu, Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Eni Gustina mengatakan sebagian besar negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) telah melakukan imunisasi.

Hal itu patut ditiru oleh Indonesia karena sebagian besar anggota OKI adalah negera Islam yang melaksanakan imunisasi. Selain itu juga imunisasi memberikan manfaat bagi kehidupan anak-anak.

Pentingnya Pendekatan Keluarga

Pendekatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga. Puskesmas tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan di dalam gedung, melainkan juga keluar gedung dengan mengunjungi keluarga di wilayah kerjanya.

Yang dimaksud satu keluarga adalah satu kesatuan keluarga inti (ayah, ibu, dan anak) sebagaimana dinyatakan dalam Kartu Keluarga. Jika dalam satu rumah tangga terdapat kakek dan atau nenek atau individu lain, maka rumah tangga tersebut dianggap terdiri lebih dari satu keluarga. Untuk menyatakan bahwa suatu keluarga sehat atau tidak digunakan sejumlah penanda atau indikator.

Dalam rangka pelaksanaaan Program Indonesia Sehat telah disepakati adanya 12 indikator utama untuk penanda status kesehatan sebuah keluarga. Kedua belas indikator utama tersebut adalah sebagai berikut.
1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB)
2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan
3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif
5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan
6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar
7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur
8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan
9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok
10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih
12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat

Berdasarkan indikator tersebut, dilakukan penghitungan Indeks Keluarga Sehat (IKS) dari setiap keluarga. Sedangkan keadaan masing-masing indikator, mencerminkan kondisi PHBS dari keluarga yang bersangkutan.

Dalam pelaksanaan pendekatan keluarga ini tiga hal berikut harus diadakan atau dikembangkan, yaitu:

  • Instrumen yang digunakan di tingkat keluarga.
  • Forum komunikasi yang dikembangkan untuk kontak dengan keluarga. 
  • Keterlibatan tenaga dari masyarakat sebagai mitra Puskesmas.


Dengan melakukan pendekatan keluarga terhadap anak, berarti kita ikut membantu kelancaran program imunisasi yang di laksanakan oleh pemerintah untuk mengeliminasi virus Campak dan Rubella. Semoga dengan program ini dapat terwujudnya Indonesia Sehat dan Dapat mencegah Stunting.

ya mungkin segitu saja artikel yang bisa saya sampaikan tentang Imunisasi Melindungi Generasi Bangsa. Jika ada salah-salah kata mohon dimaafkan, sekian dari saya Terima Kasih.

Kategori :
Facebook twitter Google

Berlangganan update artikel terbaru via email:

12 Komentar

  1. memang masalah kesehatan udah jadi perhatian serius di indonesia. udh mulai banyak macem2 virus. terakhir virus yg masalah anak terlahir mata satu beberapa waktu lalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah disitulah perlu adanya imunisasi untuk kesehatan semua anak indonesia

      Delete
  2. Semoga cepat terlaksana indonesia sehat melalui pencegahan stunting dan perlindungan imunisasi

    ReplyDelete
  3. bakalan gratis gk ya di indo?
    apa ada estimasi harga untuk 1x imunisasi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalo itu saya kurang tau. ya semoga gratis untuk masyarakat indonesia

      Delete
  4. Semoga dengan adanya ini, indonesia bisa menjadi lebih sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Semoga cepat dijalankan, jika semuanya sehat, maka semua pembangunan negara akan terlaksana dengan lancar gan.

      Delete